Wednesday, October 22, 2008

Kenapa ada jarak antara aku dan kamu

Beda pendapat - marah - teriak - mengucapkan kata yang menyakitkan - air mata mengalir - menyesal atau malah puas - .. - ... - ....

Mungkin begitulah yang akan terjadi apabila dua manusia dengan latar belakang yang berbeda, perbedaan kepribadian dan tuntutan serta kemauan sehingga pertengkaran demi pertengkaran tidak dapat dihindari. Aku adalah orang yang termasuk tidak sabaran ketika menghadapin masalah yang bertele-tele dan sering sekali emosi ini begitu gampang naiknya sampe ke ubun-ubun kepala, sehingga terkadang apa yang dikeluarin dari mulut secara tidak sengaja melukai orang yang diseklilingku. Mungkin karena itulah, banyak sekali orang segan untuk mendekatin ku selain karena tuntutan yang tinggi juga karena rasa ketidaksabaran yang tinggi dibalik keramahan senyum di gigi yang juga begitu gampang kuberikan kepada orang disekelilingku * narsis deh * hehehe... Tapi ketika kita tidak sengaja membuat suatu goresan di hati seseorang, akan sangatlah susah untuk menyembuhkan goresan tersebut. Ibarat paku yang yang telah di tancapkan, ketika paku tersebut dikeluarin, maka bekas paku tersebut akan tetap ada.

Pagi ini, ada satu bacaan yang tiba-tiba menyadarkan aku untuk bersabar kita amarah telah mencapai puncaknya.Moga-moga dapat memberi insight baru kepada teman-teman ya

MENGAPA BERTERIAK

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harusberteriak.
Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?”
Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

“Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”

Sometimes benar juga kata orang, " Silent is Gold " . :)

Saturday, October 4, 2008

Memories in my eyes

Malam terus berlarut,bulan terlihat jelas saat itu dan suasana kota Jakarta makin sepi dengan kemegahan kelap kelip lampu berwarna warni dimana-mana. Waktu menunjukkan sudah waktunya untuk tidur, sehingga kaki mulai beranjak ke ranjang. Tiba-tiba

Kring……Kringg…..

Me = > halo… ya……

Ma => ( dengan suara serak dan tangis yang terasa sangat berat ) .. kalian persiapin diri
besok pulang ke sini yaa.. tensinya dan kesadarannya makin menurun dan
sepertinya tinggal menunggu waktu saja.……

Me = > ohhh….( hampir tidak percaya apa yang kudengar barusan)….iyaaaa…ok..en…yah…
jangan khawatir.. kami bisa mengurusnya sendiri..jangan terlalu capek ya… kuatkan iman
Ma ….

Ma = > iya ..bye

Me = > bye

Seketika menutup telepon
, jantungku terasa hendak loncat keluar, badanku bergetar terus menerus dan air mata tak kuasa untuk ditahan keluar dari kedua kelopak mataku..seketika itu juga bayangannya terus muncul di dalam ingatanku ..suaranya, canda tawanya, humornya, perhatiannya, pandangan matanya, kebandelannya ketika dinasehatin, dan lain-lainnya yang masih tidak dapat kulupakan dan tak akan kulupakan sampai akhir hayat hidupku... Hatiku terus menjerit dan menjerit…mataku terus mengeluarkan air mata dan keluar… “ Tuhannnnnnnn.. apakah ini jalan yang terbaik Tuhan, apakah tidak ada jalan lain Tuhan? Tuhann…..Kalaupun ini adalah jalan terbaik Tuhan, tolong Tuhan. Beribu-ribu saya berlutut disini meminta tolong kepada Engkau Tuhan, tolong Engkau bawa dia ke sisimu. Jangan membuat dia kesakitan, jangan membuat dia menderita.. jangan Engkau membuat dia ini membuat dia itu…” ku berlutut sambil menangis terisak-isak dan akhirnya kembali ke ranjang. Pikiranku yang tidak kuasa untuk berhenti memikirkannya dan air mata yang tak kuasa untuk berhenti mengalir keluar menemanin ku tidur dalam malam yang paling kelam sepanjang hidupku.

Sinar matahari yang masuk menembus kaca jendela membangunkan aku dari tidur yang terasa bukan tidur. Sepanjang malam walau mata terlelap tapi pikiran ini seakan-akan tidak berhenti berputar-putar. Seketika itu saya langsung mencari tiket pesawat untuk perjalanan pulang. Dikarenakan saat itu adalah waktu peak season, ditambah lagi customer service maskapai penerbangan yang mulai beroperasi dari jam tertentu sehingga seakan-akan menyulitkan saya untuk mendapatkan tiket pesawat. Disisi lain, telepon terus berdering, suara tangis isak terus terdengar. Hatiku kacau, hatiku galau, ku tak berdaya disaat seperti ini. Ku bingung, ku linglung, kemanakah perasaanku harus pergi…..sedih, letih, pilu, sesak, sakit terus menggerututi perasaanku. Tolong.. tolong jangan pergi sebelum aku tiba. Tolong..tolong tunggu aku…tolong perbolehkan aku mengucapkan selamat tinggal tuk terakhir kalinya padamu..tolong persilahkan aku menggengam tanganmu dan menciummu untuk terakhir kalinya..tolong..tolong…dengan sangat amat dalam aku meminta padamu tolong..beribu-ribu aku minta tolong padamu.. ku sangat kangen padamu.. sangat rindu. sangat cinta padamu…kumasih ingat terakhir 2 hari yang lalu masih berbicara denganmu lewat telepon, masih kuingat jelas suaramu di telingaku, dipikiranku…gitu tegakah engkau pergi secepat ini.. tegakah engkau melihat aku diselimutin perasaan menyesal karena tidak dapat melihatmu untuk terakhir kalinya…tegakah engkau……………..

Perasaan tidak berdaya, perasaan yang tidak ku ketahui harus singgah dimana. Perasaan yang begitu menyayat dihati.. ku tak tahan, ku tak kuasa, sakitnya hati ini, pilunya hati ini, perasaan itu begitu nyata.. perasaan itu begitu teasa..selama hidup hampir seperempat abad, ku tak pernah merasakan perasaan sesakit ini.sakit sekali… Inikah yang namanya penderitaan yang harus dilalui oleh setiap manusia, ini kah perpisahan yang tidak dapat dihindari? Ini kah juga adalah takdir yang harus di hadapin oleh setiap makhluk yang bernafas? Kemanakah lagi ku harus mencarimu lagi ketika aku kangen. Kemanakah aku harus mencari lagi ketika ingin berbicara dengan mu. Kemanakah aku harus mencari lagi ketika hendak memelukmu, bermanja dengan mu, mendengar kisahmu, menggandengmu, menggosipin kamu, .. air mata yang mengalir begitu banyak di kelopak mataku juga tidak dapat menenangkan hatiku, tidak dapat menahan sakitnya hati ini… tolong jangan begitu cepat meninggalkan aku..ku sangat sayangt padamu….beribu-ribu tolong…oh perpisahan..ternyata begitu menyakitkan..seakan-akan beribu-ribu pisau menusuk jantungku…sakit sekaliii…..beribu-ribu lebih sakit ketika aku harus kehilangan pacarku, beribu-ribu lebih sakit ketika mengetahui pacarku mempunyai yang lain, beribu-ribu sakit ketika dimarah orangtua… beribu-ribu lebih sakit karena ini karena itu….ku rindu…ku kangen….

Kemudian… Kring…Kringg…
CS = > yah.. tiket pesawat yang available tuh cuman ada di jam 1 siang dan itu juga udah
sangat terbatas..apakah mau di booking?
Aku = > iya.. ok.. langsung booking saja.…

Dalam menunggu untuk diterbangkan
, saat itu juga aku mendengar bahwa engkau telah pergi dari dunia fana ini..pilu, sakit, perih, pedih, sayat, perasaan ini sudah tidak dapat lagi ditahankan… kenapa oh kenapa..kenapa begitu cepat…. tinggal beberapa jam lagi kita sudah bertemu..kenapaa...kenapa….kenapa begitu teganya padaku..hanya beberapa jam lagi…engaku yang tega atau Tuhan yang marah padaku karena begitu plin plan untuk pulang melihatmu…ku ingin marah, ku ingin teriak, tapi apa dayaku..ku ingin nangis tapi kemanakah air matakku? hanya air mata hatiku yang keluar… sakit..sakitt….tetapi.mungkin itulah jalan kehidupanmu.. ini lah yang terbaik untukmu… inilah garisan takdir yang diberikan Tuhan untukmu....ku tak berdaya..ku menyerah…..

Saat ini Ku tahu engkau telah bahagia disana..ku ingin engkau tahu, selama nafasku masih ada, engkau akan tetap hidup di dalam relung belung dari setiap bagian pikiranku, selama jantung masih berdenyut, selama itu juga lah engkau hidup di dalam setiap sel yang mengalir di dalam tubuhku... Telah kukunci rapat semua kenangan bersamamu di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Hanya satu yang ingin engkau tahu, setiap malam engkau selalu terlintas di dalam benakku dan ku sangat mencintaimu. Selamat tinggal.


V

Pintu Hati


Besok adalah pagi hari yang indah dan terlalu disayangkan untuk dilewatin, sehingga saya meyetel weker di handphone untuk bangun pagi-pagi untuk mencari inspirasi dan menikmati suara alam.Itulah pikiran pertamaku ketika kemarin malam berhasil mencapai tempat yang selalu dipenuhi orang-orang Jakarta ketika liburan panjang tiba, mungkin dikarenakan suasana yang asri dan dingin sehingga kepenatan selama berbulan-bulan warga Jakarta yang penuh ketegangan dapat dihilangkan, mungkin juga karena tempat yang tepat untuk berkumpulnya keluarga atau family dan teman, atau mungkin jugaaa…….mungkin juga……….mungkin juga…. Ahhh..memang masih banyak segudang alasan untuk membuat orang-orang ke tempat yang selalu welcome ini


Malam terus berlarut, cuaca yang dingin terus menyelimutin seluruh permukaan tubuh. Perasaan lega, senang karena tidak mengalami kemacetan terus berkecamuk di dalam dada. Didalam kesibukan menurunkan barang-barang keperluan.saudara saudara satu persatu pun akhirnya sampai juga tempat dimana kita akan tinggal bersama-sama berhari-hari disini. Beberapa saat kemudian suara tawa dan bercanda terdengar di seluruh ruangan tamu ,dari yang tua sampai yang muda,akan tetapi bukan hanya suara tawa yang mengisi ruangan yang besar ini tetapi juga suara tawa kami diiringin dengan suara bedug yang terus menerus ditabuhkan sampai pagi hari. Suara yang sangat amat jelas tersebut datang dari sebelah yang bertepatan banget dengan vila tempat kami tinggal. Sehingga menambah kemeriahan dan warna suara di malam pertama kami tinggal.

Tiba tiba saya teringat satu kalimat yang pernah dilontarkan “Coba kalian mendengar lebih teliti suara bedug, kalian akan mendapati suatu irama yang bagus”, itulah perkataan guru musik saya ketika sedang menghadarin kelasnya. Guru saya tersebut memang memberi banyak sekali inspirasi bagi saya untuk mencoba bersatu dengan alam dan menikmati indahnya suara-suara alam.dan malam ini rasanya tepat sekali untuk mengalami pengalaman tersebut. Sehingga malam sebelum menutup mata, saya mencoba mendengar lebih teliti lagi suara-suara yang terus dipukul pada gendang yang biasanya dibalut dengan kain berwarna hijau. Teringat sewaktu kecil,apabila mendengar suara tersebut, maka mulut ini akan mengeluh dan terus mengomel ributnya suara tersebut. Akan tetapi kemarin malam untuk pertama kalinya saya bener-bener menikmati suara pukulan tersebut., untuk pertama kalinya juga mulut saya tidak mengomel karena mendengar suara tersebut, dan untuk pertama kalinya juga saya dapat duduk dengan tenang dengan suara tersebut dengan sepoci teh menemanin pembicaraan yang penuh dengan banyak tawa dengan yang lainnya.

Saya terus berpikir dan berpikir, kenapa perasaan tersebut dapat muncul begitu saja…Apakah itu karena selama ini saya menutup hati untuk mendengar suara yang awalanya saya anggap sangat mengganggu?? atau apakah karena perkataan guru saya yang terlalu mempengaruhi pikiran saya. Atau apakah juga karena ini ..karena itu.... banyak sekali pertanyaan yang tidak dapat kujawab sendiri, tetapi satu pertanyaan yang dapat saya jawab adalah kemarin saya mencoba membuka hati untuk mendengar lebih teliti terlebih dahulu tanpa harus menilai dan mengkritik suara tersebut, saya mencoba untuk bersatu dengan suara tabuhan tersebut, saya mencoba juga untuk menghayati irama yang seakan-akan memiliki tuts seperti di dalam permainan piano dan hasilnyaaa……hmmm….saya mulai menyukai suara tersebut yang walau tidak mengerti maknanya. Saya mulai dapat menikmati suara gendang tersebut, dan hebatnya saya merasa tidak terganggu sama sekali dengan suara pukulan tersebut…

Saya mencoba berpikir dan berpikir lagi, ahhh…dunia ini..ternyata begitu indahnya apabila dari dulu saya mencoba melakukan sesuatu hal tanpa harus menilai dan mengkritik terlebih dahulu, begitu indahnya apabila saya mencoba membuka hati untuk menerima sesuatu yang tidak dalam kebiasaan saya, begitu indahnya apabila saya juga dapat menghormati satu sama lain tanpa mencelanya, begitu indahnya juga kalau manusia dapat hidup berdamai dengan sesama tanpa ada perasaan was-was dan khawatir, dan alangkah indahnya juga itu dapat menjadi kenyataan yang tidak too good to be good :P..

V