Saturday, October 4, 2008

Memories in my eyes

Malam terus berlarut,bulan terlihat jelas saat itu dan suasana kota Jakarta makin sepi dengan kemegahan kelap kelip lampu berwarna warni dimana-mana. Waktu menunjukkan sudah waktunya untuk tidur, sehingga kaki mulai beranjak ke ranjang. Tiba-tiba

Kring……Kringg…..

Me = > halo… ya……

Ma => ( dengan suara serak dan tangis yang terasa sangat berat ) .. kalian persiapin diri
besok pulang ke sini yaa.. tensinya dan kesadarannya makin menurun dan
sepertinya tinggal menunggu waktu saja.……

Me = > ohhh….( hampir tidak percaya apa yang kudengar barusan)….iyaaaa…ok..en…yah…
jangan khawatir.. kami bisa mengurusnya sendiri..jangan terlalu capek ya… kuatkan iman
Ma ….

Ma = > iya ..bye

Me = > bye

Seketika menutup telepon
, jantungku terasa hendak loncat keluar, badanku bergetar terus menerus dan air mata tak kuasa untuk ditahan keluar dari kedua kelopak mataku..seketika itu juga bayangannya terus muncul di dalam ingatanku ..suaranya, canda tawanya, humornya, perhatiannya, pandangan matanya, kebandelannya ketika dinasehatin, dan lain-lainnya yang masih tidak dapat kulupakan dan tak akan kulupakan sampai akhir hayat hidupku... Hatiku terus menjerit dan menjerit…mataku terus mengeluarkan air mata dan keluar… “ Tuhannnnnnnn.. apakah ini jalan yang terbaik Tuhan, apakah tidak ada jalan lain Tuhan? Tuhann…..Kalaupun ini adalah jalan terbaik Tuhan, tolong Tuhan. Beribu-ribu saya berlutut disini meminta tolong kepada Engkau Tuhan, tolong Engkau bawa dia ke sisimu. Jangan membuat dia kesakitan, jangan membuat dia menderita.. jangan Engkau membuat dia ini membuat dia itu…” ku berlutut sambil menangis terisak-isak dan akhirnya kembali ke ranjang. Pikiranku yang tidak kuasa untuk berhenti memikirkannya dan air mata yang tak kuasa untuk berhenti mengalir keluar menemanin ku tidur dalam malam yang paling kelam sepanjang hidupku.

Sinar matahari yang masuk menembus kaca jendela membangunkan aku dari tidur yang terasa bukan tidur. Sepanjang malam walau mata terlelap tapi pikiran ini seakan-akan tidak berhenti berputar-putar. Seketika itu saya langsung mencari tiket pesawat untuk perjalanan pulang. Dikarenakan saat itu adalah waktu peak season, ditambah lagi customer service maskapai penerbangan yang mulai beroperasi dari jam tertentu sehingga seakan-akan menyulitkan saya untuk mendapatkan tiket pesawat. Disisi lain, telepon terus berdering, suara tangis isak terus terdengar. Hatiku kacau, hatiku galau, ku tak berdaya disaat seperti ini. Ku bingung, ku linglung, kemanakah perasaanku harus pergi…..sedih, letih, pilu, sesak, sakit terus menggerututi perasaanku. Tolong.. tolong jangan pergi sebelum aku tiba. Tolong..tolong tunggu aku…tolong perbolehkan aku mengucapkan selamat tinggal tuk terakhir kalinya padamu..tolong persilahkan aku menggengam tanganmu dan menciummu untuk terakhir kalinya..tolong..tolong…dengan sangat amat dalam aku meminta padamu tolong..beribu-ribu aku minta tolong padamu.. ku sangat kangen padamu.. sangat rindu. sangat cinta padamu…kumasih ingat terakhir 2 hari yang lalu masih berbicara denganmu lewat telepon, masih kuingat jelas suaramu di telingaku, dipikiranku…gitu tegakah engkau pergi secepat ini.. tegakah engkau melihat aku diselimutin perasaan menyesal karena tidak dapat melihatmu untuk terakhir kalinya…tegakah engkau……………..

Perasaan tidak berdaya, perasaan yang tidak ku ketahui harus singgah dimana. Perasaan yang begitu menyayat dihati.. ku tak tahan, ku tak kuasa, sakitnya hati ini, pilunya hati ini, perasaan itu begitu nyata.. perasaan itu begitu teasa..selama hidup hampir seperempat abad, ku tak pernah merasakan perasaan sesakit ini.sakit sekali… Inikah yang namanya penderitaan yang harus dilalui oleh setiap manusia, ini kah perpisahan yang tidak dapat dihindari? Ini kah juga adalah takdir yang harus di hadapin oleh setiap makhluk yang bernafas? Kemanakah lagi ku harus mencarimu lagi ketika aku kangen. Kemanakah aku harus mencari lagi ketika ingin berbicara dengan mu. Kemanakah aku harus mencari lagi ketika hendak memelukmu, bermanja dengan mu, mendengar kisahmu, menggandengmu, menggosipin kamu, .. air mata yang mengalir begitu banyak di kelopak mataku juga tidak dapat menenangkan hatiku, tidak dapat menahan sakitnya hati ini… tolong jangan begitu cepat meninggalkan aku..ku sangat sayangt padamu….beribu-ribu tolong…oh perpisahan..ternyata begitu menyakitkan..seakan-akan beribu-ribu pisau menusuk jantungku…sakit sekaliii…..beribu-ribu lebih sakit ketika aku harus kehilangan pacarku, beribu-ribu lebih sakit ketika mengetahui pacarku mempunyai yang lain, beribu-ribu sakit ketika dimarah orangtua… beribu-ribu lebih sakit karena ini karena itu….ku rindu…ku kangen….

Kemudian… Kring…Kringg…
CS = > yah.. tiket pesawat yang available tuh cuman ada di jam 1 siang dan itu juga udah
sangat terbatas..apakah mau di booking?
Aku = > iya.. ok.. langsung booking saja.…

Dalam menunggu untuk diterbangkan
, saat itu juga aku mendengar bahwa engkau telah pergi dari dunia fana ini..pilu, sakit, perih, pedih, sayat, perasaan ini sudah tidak dapat lagi ditahankan… kenapa oh kenapa..kenapa begitu cepat…. tinggal beberapa jam lagi kita sudah bertemu..kenapaa...kenapa….kenapa begitu teganya padaku..hanya beberapa jam lagi…engaku yang tega atau Tuhan yang marah padaku karena begitu plin plan untuk pulang melihatmu…ku ingin marah, ku ingin teriak, tapi apa dayaku..ku ingin nangis tapi kemanakah air matakku? hanya air mata hatiku yang keluar… sakit..sakitt….tetapi.mungkin itulah jalan kehidupanmu.. ini lah yang terbaik untukmu… inilah garisan takdir yang diberikan Tuhan untukmu....ku tak berdaya..ku menyerah…..

Saat ini Ku tahu engkau telah bahagia disana..ku ingin engkau tahu, selama nafasku masih ada, engkau akan tetap hidup di dalam relung belung dari setiap bagian pikiranku, selama jantung masih berdenyut, selama itu juga lah engkau hidup di dalam setiap sel yang mengalir di dalam tubuhku... Telah kukunci rapat semua kenangan bersamamu di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Hanya satu yang ingin engkau tahu, setiap malam engkau selalu terlintas di dalam benakku dan ku sangat mencintaimu. Selamat tinggal.


V

1 comment:

chubby-gal said...

turut berduka ya vien..
kenangan itu akan terus bersama kita, membangkitkan senyuman, semangat yang terpendam..

btw, great blog say.. keep on writing ya ;)